Guru adalah motivator utama bagi anak didik di sekolah

Guru adalah sebagai motivator utama bagi anak didik di sekolah harus dapat menangani dan menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi anak didik sehingga tidak menimbulkan ketegangan pada diri anak itu. Sebab fungsi guru tidak hanya mengajar, tetapi lebih dari itu harus merupakan seorang pembimbing bagi anak dalam memecahkan masalah yang dihadapi anak didik yang di duga mengganggu pencapaian tujuan pendidikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru tidak hanya cukup mencatat sejumlah masalah yang dihadapi anak didik dan berusaha mencari pemecahannya, tetapi diri sendirinya juga harus lebih banyak tahu tentang itu, dengan demikian, dia terlebih dahulu meningkatkan pengetahuannya seperti yang dikemukakan oleh Kartono (1985:85) sebagai berikut : 
Kutipan di atas memberi ketegasan bahwa setiap guru harus meningkatkan kemampuannya. Baik dengan balajar sendiri maupun belajar secara resmi sehingga semakin banyak tahu tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses belajar mengajar. Sebab kegiatan belajar merupakan kegiatan inti dalam keseluruhan proses pendidikan. Dengan demikian pendidikan itu sendiri dapat diartikan sebagai bantuan perkembangan melalui kegiatan belajar. Oleh karena itu masalah-masalah belajar yang dihadapi anak didik seperti pengaturan waktu belajar, memiliki dan menetapkan cara belajar, cara membaca buku yang lebih efektif, belajar kelompok dan sebagainya merupakan tanggung jawab guru atau pihak sekolah menyelesaikannya.

Untuk itu sekolah dapat memulai usaha mengatasinya dengan membuat ruang kelas, gedung, halaman, dan sebagainya lebih menarik tanpa mengeluarkan banyak biaya. Misalnya menempel gambar-gambar di dinding, kalender atau majalah, dipasang sedemikian rupa sehingga anak didik betul-betul melihatnya, juga memperbesar ruang dan menghias ruangan.

Memperbaiki aspek fisik dari sekolah hanya merupakan salah satu cara yang tidak terlalu berarti dalam usaha membuat sekolah menjadi tempat yang menarik, menjadikan sekolah tempat yang enak dilihat dan guru juga dapat memulai dengan proses di atas yaitu menjadikan sekolah sebagai tempat yang menarik, menjadikan sekolah tempat yang enak dilihat dan guru juga mengintrospeksi diri tentang cara mengajarkan anak didik sebelumnya dan berusaha menjadi guru yang lebih baik lagi.